
SMP Negeri 1 Palang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Tuban di kancah nasional. Pada tanggal 1-2 Oktober lalu, Kepala UPT SMP Negeri 1 Palang, Umi Nurasiyah, didampingi koordinator adiwiyata, Siti Halimah, berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2024. Acara penganugerahan yang berlangsung meriah di Gedung Manggala Wanabakti ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh civitas akademika SMPN 1 Palang. Selama di Jakarta, delegasi SMPN 1 Palang tidak hanya menerima penghargaan bergengsi, tetapi juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan yang inspiratif.
Sebelum acara penganugrahan penghargaan, peserta dimanjakan dengan deretan pameran yang diikuti oleh beberapa sekolah yang sudah sukses di ajang adiwiyata. Beragam kerajinan dan karya siswa tentang lingkungan memenuhi setiap galeri. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan adiwiyata di sekolah memang sangat memberi warna bagi siswa utamanya. Di setiap galeri pameran selalu menampilkan daur ulang sampah yang disulap menjadi barang-barang seni yang berniali ekonomi. Sementara pengolahan limbah air yang ada di sekolah juga menjadi primadona dalam gelaran pameran. Hampir semua sekolah memiliki program andalan terkait lingkungan. Mulai dari menghijaukan lingkungan, mengupayakan pengolahan limbah air, dan memanfaatkan semua benda bekas yang ada di sekolah untuk hal-hal yang lebih manfaat.
Selain mengunjungi pameran yang sangat menarik, peserta juga diundang mengikuti talkshow yang mendatangkan narasumber hebat. Mulai dari para pakar pemerhati lingkungan, juga beberapa pimpinan daerah yang dengan gigih turut berpartisipasi dalam mendukung program adiwiyata yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah di daerah masing-masing. Hal ini sangat menggembirakan andai bisa diikuti dan memotivasi para pimpinan di daerah lain, agar peduli dengan upaya sekolah dalam menyukseskan program adiwiyata. Karena, sungguh sebuah pengorbanan yang luar biasa bagi sekolah-sekolah yang sukses adiwiyata. Tidak kalah menarik anak-anak yang telah sukses menjadi duta adiwiyata, salah satu contohnya adalah seorang siswi yang berhasil mengoah limbah cangkang telor dari beberapa pabrik roti yang berada di dekat sekolah. Dengan gigih dia dan teman-temannya mengolahnya menjadi barang yang berniali jual. Sekolah memberikan fasilitas tempat dan pengolahan. Sungguh sebuah program yang dapat meningkatkan skill siswa melalui program adiwiyata.
Umi Nurasiyah menyampaikan, “Pengalaman ini sangat berharga bagi kami. Kami berharap dapat terus memotivasi siswa-siswi untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Terlebih, palang merupakan wilayah pantura yang tekstur tanahnaya agak bermasalah. Mulai dari kadar garam yang tak bersahabat dengan tanaman, juga kerusakan dinding bangunan yang perlu kesabaran dan penanganan istimewa. Maka mempertahankan tanaman tetap subur adalah hal yang sangat sulit, dan it uterus diupayakan di sekolah. Menjaga lingkungan hijau dan asri bukan hal mudah bagi palang 1, tetapi semangat untuk mewujudkan sekolah asri dan nyaman akan tetap kami gelorakan. Salam bumi. Sukses bersama NEPALSA!
Admin (Tim Media Digital Sekolah)










